Langkah-langkah Media Pembelajaran Audio_MhsUPR-Kimia;14
TUGAS Ke-1 Pengembangan Media Pembelajaran:
(from: Pak Nopriawan)
Menyusun Langkah –
Langkah Pengembangan Media Pembelajaran
“MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO”
Media Dengar (Media Audio) adalah alat media yang isi pesannya hanya
diterima melalui indera pendengaran saja. Media Dengar yaitu Radio Rekaman
Suara (Audio Cassete Tape Recorder).
Kaitannya dengan audio sebagai media pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa Media Audio Pembelajaran yaitu sarana
yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau rangkaian pesan materi
pembelajaran melalui suara - suara
ataupun bunyi yang direkam menggunakan alat perekam suara, kemudian
diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat
pemutarnya.
LANGKAH – LANGKAH PEMBUATAN MEDIA AUDIO
Pembuatan media pembelajaran audio memerlukan beberapa
tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan tersebut, yaitu pra-produksi, produksi dan pasca produksi.
Tahapan prosedur pembuatan Media Audio Pembelajaran :
1. Pra Produksi
Kegiatan-kegitan yang dilakukan pada tahapan Pra-Produksi yaitu telaah kurikulum dan
penulisan naskah.
a. Telaah Kurikulum
Dalam mengembangkan
media untuk menunjang pembelajaran, semestinya mengacu pada kurikulum.
Kurikulum dijadikan sebagai acuan utama, dalam menentukan kompetensi yang akan
dimuat untuk diajarkan kepada siswa melalui media audio. sehingga media pembelajaran yang dibuat
sesuai dengan tujuan dan tepat sasaran.
Telaah kurikulum harus
dilakukan oleh guru, dikaji oleh ahli
materi dan ahli media. peranan Guru adalah
menentukan materi dalam media yang dapat mewakili kompetensi yang diharapkan
yang akan yang sesuai dengan kompetensi dan jenjang pendidikan. Sebagai
contoh, materi SD harus ditelaah oleh guru SD, materi SMP ditelaah oleh guru
SMP, dan seterusnya.
Peranan ahli materi
yaitu untuk menjaga agar materi tetap harus benar dan sesuai dengan sasaran
tidak lebih dan tidak kurang. Di samping itu ahli materi juga harus
menginformasikan perkembangan ilmu tersebut yang terkini.
Peranan ahli media harus
mengkaji dan memastikan pemilihan materi yang akan diangkat ke dalam media
audio sesuai dengan karakteristik media tersebut, karena tidak semua materi
yang ada di kurikulum dapat dibuat ke dalam media
b. Penulisan Naskah
Langkah selanjutnya yaitu
penulisan naskah. Naskah ditulis oleh orang yang dianggap mampu untuk menulis
naskah audio. Naskah yang ditulis akan dikaji oleh ahli materi dan ahli media.
Ahli materi akan mengkaji kebenaran, kecukupan, dan ketepatan pemilihan
aplikasi atau contohnya. Sedangkan ahli media akan mengkaji kemenarikan
penyampaian materi tersebut sesuai karakteristik media audio, misalnya pemain,
perwatakan, pilihan kata/bahasa, konflik, musik, sound effect, dll.
Tahapan penulisan naskah, yaitu persiapan, penelitian, pengorganisasian
informasi penulisan sinopsis dan treatment, dan skenario/naskah.
2. Produksi
Produksi media audio ini diawali dengan diterimanya naskah oleh team
produksi. Setelah itu dilakukan langkah-langkah produksi, yaitu: pembentukan
tim produksi, rembug naskah (script conference), pemilihan pemain
(casting), latihan kering, rekaman (recording), editing dan mixing,
preview, pembuatan master (mastering).
a) Team Produksi
Produksi media audio ini merupakan kerja
bersama (team work), kerja dari sekelompok orang yang memiliki keahlian
atau ketrampilan berbeda, sehingga diperlukan koordinasi antar anggota tim
sehingga terwujud media audio yang baik, menarik dan komunikatif. Anggota tim
tersebut yaitu :
1) Sutradara, orang yang
bertanggung jawab atas semua aspek manajemen dan artistik dari
sebuah produksi.
2) Operator, mempersiapkan
peralatan rekam dan bertanggung jawab
atas hasil perekaman.
3) Teknisi, mengontrol dan
memastikan semua peralatan dalam keadaan siap pakai.
4) Penata musik,
mempersiapkan musik dan sound effect sesuai dengan naskah.
5) Editor, melakukan koreksi
terhadap hasil rekaman dan melakukan mixing tutur
( dialog / drama ) dengan musik dan sound effect yang
diperlukan sesuai naskah.
b) Rembug Naskah (Script
Conference)
Setelah Sutradara menerima dan mempelajari,
kemudian dilakukan rembug naskah dengan penulis naskah, ahli materi dan ahli
media. Rembug naskah diperlukan untuk menyamakan persepsi pemahaman terhadap
naskah, sehingga apabila diproduksi tidak terjadi kesalahan yang fatal.
c) Pemilihan Pemain (Casting)
Setelah rembug naskah dilakukan, langkah
selanjutnya yaitu pemilihan pemain. Pemain disini adalah orang yang akan
memerankan tokoh dalam naskah. Pemilihan pemain yang baik, sesuai dengan
karakter tokoh yang dituntut dalam naskah akan membuat media audio bagus dan
menarik.
d) Latihan Kering
Latihan kering maksudnya, para pemain
diberi kesempatan untuk mempelajari naskah dan berlatih sebelum rekaman, agar
mereka benar-benar paham akan isi pesan, alur cerita dan peran masing-masing
dalam naskah tersebut. Hal ini untuk menghindari banyak kesalahan pada saat
rekaman.
e) Rekaman(Recording)
Rekaman adalah proses pengambilan suara
dari masing-masing pemain. Sutradara adalah pengendali sepenuhnya jalannya
rekaman. Sutradara bertanggung jawab atas kualitas hasil rekaman.
3.
Tahap Pasca Produksi
Setelah produksi selesai dilakukan, tahap
selanjutnya yaitu pasca produksi. Kegiatan pasca produksi langkah-langkah yang
sebaiknya dilakukan, yaitu:
a)
Editing dan Mixing
Editing: maksudnya adalah membuang atau memotong kata-kata salah
yang dianggap tidak perlu atau juga menambah
efek, misalnya echo. Mixing: maksudnya
mencampur atau menambah musik, background, dan sound effect sehingga
media audio lebih terkesan menarik.
b) Preview
Preview adalah kegiatan evaluasi terhadap
hasil produksi. Preview ini dilakukan oleh tim yang melibatkan pengkaji materi,
pengkaji media, dan sutradara sebagai penanggung jawab produksinya. Evaluasi
terhadap hasil produksi ini ditinjau dari segi materi dan media. Dari segi
materi misalnya ketepatan pengucapan. Tinjauan media, misalnya ketepatan
penggunaan musik, efek suara (sound effect), kualitas suara, meliputi
ada tidaknya noise, kestabilan volume. Jika hasil produksi belum
dinyatakan layak, maka harus dilakukan perbaikan sesuai dengan masukan tim
preview
c) Pembuatan Master Audio
Pembelajaran (Mastering)
Menyimpan atau merekam
hasil produksi media audio pembelajaran ini dalam kaset, CD, atau media penyimpanan
lainnya. Master media audio pembelajaran ini yang kemudian akan dijadikan
master jika diperlukan penggandaan.
Sumber
:
Sulaiman. 2011. Prosedur Pembuatan Media Audio http://sulaimanump.blogspot.co.id/2011/06/prosedur-pembuatan-media-audio.html
(Diakses: Rabu, 05 April 2017)
Kimia Era Digital - By Kampus Universitas Palangkaraya
BalasHapus